1. “Pisahkan Rekening Sesuai Tujuan: Jebakan ‘Uang Satu Kantong’ Wajib Dihindari!”
Buat 3 rekening terpisah:
-
Rekening Harian: Untuk kebutuhan bulanan (makan, transport, tagihan).
-
Rekening Darurat: Sisihkan 10% penghasilan untuk dana darurat (target minimal 6x pengeluaran bulanan).
-
Rekening Masa Depan: Investasi atau tabungan jangka panjang (beli rumah, pendidikan anak).
Contoh: Jika gaji Rp 8 juta, alokasikan Rp 5 juta untuk harian, Rp 800 ribu untuk darurat, dan Rp 2,2 juta untuk masa depan.
2. “Pakai Teknologi Auto-Budgeting: Gaji Langsung ‘Terpotong’ Tanpa Ribet”
Manfaatkan fitur auto-budgeting di aplikasi keuangan seperti Flip, DANA, atau Bank Digital untuk:
-
Otomatis memotong gaji ke rekening darurat & investasi.
-
Membatasi pengeluaran harian leat spending tracker.
-
Contoh: Aktifkan fitur “Auto-Save” di Flip agar 10% gaji langsung masuk ke rekening darurat.
3. “Investasi Mini ala Gen Z: Mulai dari Rp 10 Ribu dengan Prinsip ‘Jangan Takut Coba!'”
Di 2025, investasi bukan lagi untuk orang berduit. Coba:
-
Reksadana Pasar Uang (minimal Rp 10 ribu di Bibit/Pluang) untuk dana darurat.
-
Fractional Shares: Beli pecahan saham blue-chip (contoh: BCA, Unilever) via Ajaib/Stockbit.
-
Robo-Investor: Gunakan aplikasi seperti Bareksa untuk portofolio otomatis sesuai profil risiko.
4. “Hack Cicilan: Jangan Sampai Utang Konsumtif Jadi ‘Silent Killer'”
Utang boleh, asal produktif! Ikuti aturan 30-20-50:
-
30% penghasilan untuk cicilan (maksimal!).
-
20% untuk tabungan/investasi.
-
50% untuk kebutuhan hidup.
Contoh kasus:Â Jika ingin beli laptop Rp 12 juta dengan gaji Rp 8 juta, pilih cicilan 12 bulan (Rp 1 juta/bulan) agar tidak melebihi 30% penghasilan.
5. “Money Date Mingguan: 15 Menit yang Bisa Selamatkan Keuangan Keluarga”
Luangkan waktu 15 menit tiap minggu bersama pasangan untuk:
-
Review pengeluaran via aplikasi (contoh: Money Manager, Excel).
-
Evaluasi apakah ada kebocoran anggaran (misal: langganan streaming yang jarang dipakai).
-
Rayakan progres kecil (contoh: “Alhamdulillah, dana darurat sudah terkumpul Rp 5 juta!”).
Mengatur keuangan di 2025 tidak perlu ribet. Kuncinya: konsisten dan manfaatkan teknologi! Mulai dari hal kecil hari ini, dan lihat perubahannya dalam 1 tahun ke depan. Punya tips lain? Share di kolom komentar, yuk!
